Halo, saya Annisa Elva Sutisna.

Terkadang aku kesal lalu memaki keadaan. Menuntut hal yang sama;menginginkan kebahagiaan seperti mereka. Sudah tak terhitung berapa kali aku menangis hanya karna kenyataan tak sesuai harapan. Aku lagi-lagi terpuruk, merasa menjadi orang yang tidak beruntung-sedunia.

Ah iya, aku lupa menceritakan satu cerita. Tentang dia yang merubah hidupku.
Dulu aku sering berjalan dalam hujan tanpa payung. Basah, lepek. Aku justru menikmatinya. Aneh kan?
Lalu satu hari, dia datang tidak permisi. Ia menghangatkan aku yang kuyup, mengeringkan hati yang basah.

Halo, nama ku Annisa Elva Sutisna. Mungkin ini adalah halaman blog ku yang kedua. Dan masih begitu kosong.

/Lalu bagaimana yang pertama?/ sudah tidak terselamatkan. 
Aku pernah begitu, bagaimana aku menyebutnya ya, pernah begitu jatuh cinta dengan menulis, hingga menuangkannya dalam sebuah tulisan dalam blog pertama, lalu menemukan aku yang sesungguhnya, pada saat patah hati, aku bisa menulis begitu lama, mencurahkan segala isi hati, ingin seluruh dunia tahu, aku seorang yang patah.

Lalu, ia datang memberikan payung, menghalau hujan agar tidak basah aku punya baju. Pelangi serta kicauan burung-burung datang bersamaan dengan langkahnya yang berirama merdu. Membawa jutaan keceriaan yang akan menghiasi malam-malam dinginku. Aku tahu dia orang yang dapat aku andalkan, bahunya yang tegap akan siap jadi sandaran, hatinya yang tulus akan mencintaiku tanpa syarat. Bagaimana aku memanggilnya? Love?

Lalu aku bukan lagi si patah hati, kini menjadi aku yang di bahagiakan. Hingga tiada kata patah lagi dalam hidupku. Aku disibukkan dengan jutaan kebahagiaan yang ia bawa. Hingga lupa, dan mengabaikan blog pertamaku. Ah dasar aku!

Perlukah, aku membawa segala aiueo patah hati itu dalam blog kedua ku? Agar bisa di baca kembali lalu di kenang, aku pernah sepatah itu. Bagaimana?

Mari menyemangatiku, agar bisa mengisi rumah kedua ini dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat, meski lahir dari isi hati. Meski rasanya nanti akan jenuh, mari kita usahakan. Hemm maksudnya, biar aku usahakan.




Komentar